Susu, sistem simpan pinjam tradisional yang berasal dari Afrika Barat, telah membuat terobosan di dunia keuangan sebagai alat untuk mendorong inklusi dan pemberdayaan keuangan. Praktek susu sudah ada sejak zaman kuno dan telah memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi banyak komunitas Afrika. Saat ini, susu semakin populer di seluruh dunia, khususnya di Amerika, karena susu digunakan untuk membantu masyarakat yang kurang terlayani mendapatkan akses terhadap layanan keuangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Konsep susu sederhana namun efektif. Dalam pengaturan susu, sekelompok individu mengumpulkan sumber daya mereka dan secara bergiliran menerima sejumlah uang dari kelompok tersebut. Setiap anggota menyumbangkan sejumlah uang ke dalam pot secara teratur, biasanya mingguan atau bulanan, dan jumlah totalnya diberikan kepada satu anggota pada satu waktu. Sistem simpan pinjam bergilir ini memungkinkan peserta untuk menyimpan uang, mengakses kredit, dan membangun stabilitas keuangan dari waktu ke waktu.
Salah satu manfaat utama susu adalah kemampuannya untuk menyediakan akses terhadap layanan keuangan bagi individu yang mungkin tidak memiliki akses terhadap lembaga perbankan tradisional. Di banyak komunitas yang kurang terlayani, jasa keuangan formal masih langka, dan bank tradisional mungkin sulit dijangkau oleh banyak individu karena biaya yang tinggi, persyaratan yang ketat, dan kurangnya kepercayaan. Susu menawarkan alternatif yang lebih mudah diakses dan inklusif, memungkinkan individu untuk menghemat uang, mengakses kredit, dan membangun ketahanan finansial dalam komunitas mereka sendiri.
Dalam beberapa tahun terakhir, susu semakin populer di Amerika, khususnya di kalangan imigran dari Afrika dan Karibia. Banyak imigran yang membawa praktik susu ke negara baru mereka, dan praktik tersebut telah disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan komunitas mereka. Di kota-kota seperti New York, Miami, dan Toronto, kelompok susu telah menjadi cara yang umum bagi para imigran untuk menghemat uang, saling mendukung secara finansial, dan membangun rasa kebersamaan.
Pengaruh susu secara global terhadap inklusi keuangan tidak dapat disangkal. Ketika lembaga perbankan tradisional kesulitan menjangkau masyarakat yang kurang terlayani, susu menawarkan alternatif bagi mereka yang tertinggal dalam sistem keuangan formal. Dengan mempromosikan tabungan, akses terhadap kredit, dan dukungan masyarakat, susu membantu memberdayakan individu dan komunitas di seluruh dunia untuk mengendalikan masa depan keuangan mereka.
Seiring dengan semakin populernya dan pengakuan susu, penting bagi para pembuat kebijakan, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat untuk menyadari potensinya sebagai alat untuk mendorong inklusi dan pemberdayaan keuangan. Dengan mendukung dan memperluas penggunaan susu, kita dapat menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif dan tangguh yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang atau status keuangan mereka. Dari Afrika hingga Amerika, susu terbukti menjadi kekuatan besar dalam perubahan positif di dunia keuangan.
